Cara Mengunci File atau Folder di Windows 10

Advertisement

Salah satu cara terbaik untuk mencegah orang lain mengakses file atau folder yang kita miliki adalah dengan memberi proteksi berupa password ke file atau folder tersebut. Dengan mengunci file atau folder di Windows milikmu, kamu tentu akan merasa lebih aman untuk menyimpannya.

Setiap orang tentu memiliki foto, gambar, dokumen atau video pribadi yang mungkin sensitif dan tidak ingin diketahui oleh orang lain.

Cara Mengunci File dan Folder Windows - TutorAplikasi

Windows 10 sendiri sebenarnya sudah memiliki fitur bawaan yang bisa digunakan untuk mengunci folder yang dikehendaki, namun kamu juga bisa menggunakan aplikasi terpisah yang tidak kalah bagus dari bawaan Windows 10.

Cara Mengunci File dan Folder Menggunakan Aplikasi Bawaan Windows 10

Cara ini hanya akan mengunci file atau folder di Windows ketika ada user lain yang mencoba mengaksesnya.

Untuk mengunci file dan folder di Windows 10 tanpa aplikasi, perhatikan tutorial di bawah ini:

1. Buka File Explorer dan klik kanan pada file atau folder yang ingin kamu beri password, lalu pilih Properties.

2. Setelah itu pilih Advanced.

Buka menu advanced di file properties - TutorAplikasi

3. Kemudian pilih “Encrypt contents to secure data” dan pilih OK.

Pilih encrypt to secure data - TutorAplikasi

4. Klik Apply.

Cara mengunci file di Windows 10 - TutorAplikasi

5. Windows kemudian akan mengkonfirmasi untuk mengenkripsi file atau folder yang kamu pilih.

Advertisement

Kamu bisa memilih untuk mengunci folder utama saja dengan mengklik “Apply changes to this folder only” atau memilih untuk mengunci semua yang ada di dalam folder dengan mengklik “Apply changes to this folder, subfolders and files”.

Cara mengunci folder di Windows 10 - TutorAplikasi

6. Setelah itu Windows akan meminta kita untuk membackup encryption key yang bisa kamu gunakan untuk jaga-jaga jika suatu saat kamu kehilangan akses untuk membuka file atau folder yang kamu kunci sebelumnya.

Note: Jika kamu tidak mendapatkan pop-up yang meminta untuk back up encryption key, kamu bisa melihat notifikasi yang ada di sebelah kanan bawah layar dan klik pada notifikasi dan klik “Back up your file encryption key”

7. Setelah proses back up selesai, file atau folder milikmu akan dikunci dan terikat pada user atau akun Windows.

Dengan cara ini, maka orang lain dengan user Windows berbeda tidak dapat mengakses file atau foldermu.

Kamu dapat menghapus enkripsi file atau folder dengan cara kembali ke Properties, lalu Advanced dan hilangkan tanda centang pada “Encrypt contents to secure data box”.

Namun patut diingat bahwa metode ini hanya mengunci folder atau file milikmu dari akses user Windows lain sehingga orang lain yang masuk menggunakan komputer dengan user milikmu masih dapat mengakses file atau folder milikmu dengan mudah.

Cara Mengunci File dan Folder Menggunakan Windows BitLocker

Metode pertama dengan fitur bawaan Windows memang tidak menawarkan proteksi yang cukup kuat karena orang lain masih bisa mengakses file atau folder kita jika menggunakan user milik kita saat login.

Oleh karena itu, kamu membutuhkan Windows BitLocker untuk aktif jika menginginkan proteksi file dan folder yang lebih kuat.

Untuk mengaktifkan fitur Windows BitLocker ini, ikuti cara di bawah ini.

Advertisement

1. Klik start lalu ketik Disk Management dan buka “Create and Format Hard Disk Partition” untuk membuka Disk Management.

Membuka Disk Management - TutorAplikasi

2. Setelah itu klik Action.

3. Pilih Create VHD.

4. Klik Browse untuk memilih di mana kamu akan menyimpan virtual disk dan beri nama virtual disk tersebut.

Pilih untuk menyimpan file virtual hardisk - TutorAplikasi

5. Kemudian pada bagian “Virtual hard disk size”, pilih kapasitas yang akan kamu gunakan untuk menyimpan file atau folder yang akan kamu kunci nantinya.

Pilih kapasitas untuk menyimpan file di virtual hardisk - TutorAplikasi

6. Lalu pilih “Dynamically expanding” agar kapasitas virtual hardisk masih bisa berkembang selagi kamu menyimpan file atau folder yang lebih banyak.

Pilih Dynamic Expanding - TutorAplikasi

7. Kemudian klik kanan pada Disk 2 dan pilih Initialize Disk.

Klik Initialize Disk pada Disk 2 - TutorAplikasi

8. Beri centang dan pilih MBR (Master Boot Record) dan klik OK.

Pilih MBR - TutorAplikasi

9. Klik kanan pada bagian Unallocated di Disk 2 dan pilih New Simple Volume.

Klik kanan pada Unallocated - TutorAplikasi

10. Klik Next terus hingga ke bagian Format Partition dan pastikan File system yang digunakan berjenis NTFS, Allocation unit size biarkan default dan beri nama pada Volume Label sesuka kamu.

Advertisement
Pilih NTFS dan centang quick format - TutorAplikasi

11. Pastikan juga “Perform a quick format” sudah tercentang.

12. Klik Next dan Virtual hard disk milikmu yang akan digunakan untuk BitLocker sudah selesai dibuat.

Klik Next hingga proses membuat virtual hardisk selesai - TutorAplikasi

13. Setelah virtual hard disk selesai dibuat, kini saatnya mengaktifkan BitLocker pada disk tersebut.

14. Buka Control Panel dan pilih System and Security.

Pilih System and Security - TutorAplikasi

15. Pilih BitLocker Drive Encryption.

Pilih bitlocker drive encryption - TutorAplikasi

16. Klik pada virtual hard disk yang baru saja kamu buat dan pilih “Turn on BitLocker”.

Pilih turn on Bitlocker - TutorAplikasi

17. Setelah itu centang “Use a password to unlock the drive” dan ketik password yang kamu kehendaki.

Password yang kamu gunakan harus memiliki huruf besar, huruf kecil, angka, spasi dan simbol.

Pilih password yang dipakai untuk hardisk - TutorAplikasi

18. Kamu bisa membackup recovery key sebagai jaga-jaga jika suatu saat kamu lupa password yang sudah kamu buat tadi.

Ada beberapa opsi yang bisa digunakan, antara lain adalah menyimpannya di akun Microsoft milikmu, menyimpannya di USB, menyimpannya dalam bentuk file atau print recovery key untuk disimpan secara offline.

Advertisement
Advertisement
Backup recovery key - TutorAplikasi

19. Jika kamu menyimpan recovery key ke file, kamu hanya bisa menyimpannya di USB flash disk atau hardisk eksternal.

20. Pilih “Encrypt used disk space only” dan klik Next.

Pilih encrypt used disk only - TutorAplikasi

21. Pilih “Compatible mode” dan pilih Next.

Pilih compatible mode - TutorAplikasi

22. Dan terakhir, pilih Start encrypting dan tunggu proses enkripsi selesai.

Memulai proses enkripsi - TutorAplikasi
Proses enkripsi sudah selesai - TutorAplikasi

Setelah selesai, restart komputer dan disk milikmu sudah selesai dienskripsi. Kamu bisa mengaktifkan membuka diskmu dengan cara klik dua kali disk tersebut dan masukkan password yang sudah dibuat.

Kamu juga bisa mengaktifkan auto-lock pada virtual diskmu lewat System and Security di Control Panel.

Begitulah cara mengunci file atau folder di Windows tanpa menggunakan aplikasi tambahan.

Advertisement

author foto

Penulis di https://tutoraplikasi.com/ dari Lamongan, Jawa Timur

Bagikan :

2 thoughts on “Cara Mengunci File atau Folder di Windows 10”

Leave a Comment